Capaian positif ini tidak lepas dari keberanian Indonesia dalam mengadopsi teknologi kesehatan terbaru dan penguatan aksi di tingkat akar rumput. Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus yang cukup tajam pada tahun 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia berhasil melakukan pemulihan cepat di tahun 2025 melalui strategi yang lebih proaktif dan adaptif.
Lebih lanjut, Asnawi menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka fatalitas ini merupakan buah manis dari kerja keras para petugas medis serta relawan di lapangan.
“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” jelasnya.
Dengan angka fatalitas yang saat ini sudah berada di bawah target nasional sebesar 0,5%, Indonesia kini optimis berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi jangka panjang dalam bidang kesehatan masyarakat.
“Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030,” pungkas Asnawi Abdullah.
