IPOL.ID – Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta mulai ramai dikunjungi warga masyarakat yang berziarah pada Minggu (15/2/2026) dan hari ini Senin (16/2). Seperti halnya TPU Kemiri, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, yang ramai dikunjungi peziarah.
Ziarah kubur menjelang datangnya bulan suci ramadan sudah menjadi tradisi lokal di tengah masyarakat Indonesia, sama seperti halnya di kota Metropolitan Jakarta.
Pemandangan mulai berubah drastis, yang sebelumnya sepi lokasi TPU dan jalanan menuju area pemakaman menjadi padat. Para pedagang bunga dadakan mulai menjamur, dan ribuan umat Islam berbondong-bondong mengunjungi makam orang tua maupun kerabat mereka.
Tradisi ini biasanya diisi dengan kegiatan membersihkan makam, menabur bunga, menyiramkan air, membaca Yasin dan Tahlil, hingga makan bersama sebagai bentuk sedekah. Dan bagi sebagian besar masyarakat, ramadan terasa kurang afdhal jika belum berkunjung kepada leluhur, orangtua maupun keluarga yang telah lebih dulu berpulang.
Salah satu peziarah, M Dzul Jabbar, 24, karyawan swasta mengatakan, dirinya datang untuk berziarah ke makam orang tua menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
”Saya masih dari wilayah Tanjungpandan, pagi ini berziarah ke makam almarhumah orang tua (Ibunda tercinta) menjelang bulan ramadan,” ucap Jabbar bersama keluarganya di TPU Kemiri.
Dia mengatakan, kegiatan ziarah ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, terutama menjelang datangnya bulan suci ramadan.
”Biasanya sih dua hari jelang datangnya bulan puasa memang rutin ziarah ke makam orang tua kami,” katanya.
Namun, tidak hanya ziarah ke makam orang tua saja namun mereka juga ziarah ke makam kakek dan nenek yang dikebumikan di TPU Kemiri tersebut.
”Kami juga berziarah ke makam kakek dan nenek yang dimakamkan di TPU Kemiri ini juga,” ujarnya.
Sementara, peziarah lainnya, Yara di temui di TPU Kemiri juga mengatakan hal yang sama.
Kedatangannya adalah untuk melakukan ziarah ke makam neneknya.
”Ini ziarah pertama menjelang bulan suci ramadan. Kangen juga sama nenek,” tambah Yara.

