“Jika sering terjadi dan rutin maka risiko diabetes muncul,” katanya.
Lonjakan dan penurunan gula darah yang berulang tidak hanya membuat cepat lapar, tetapi juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
Sebaliknya, Tan menyarankan masyarakat memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, atau sumber karbohidrat utuh lainnya. Jenis ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
“Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak,” ujarnya.
Selain jenis karbohidrat, ia menekankan pentingnya asupan serat saat sahur. Serat dari sayuran, buah utuh, dan biji-bijian membantu memperlambat penyerapan gula serta menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama puasa.
Tan mengingatkan agar sahur tetap mengikuti prinsip gizi seimbang, bukan sekadar memperbanyak satu jenis makanan. Komposisi ideal saat sahur meliputi:
1. Karbohidrat kompleks secukupnya

