Petugas segera mengevakuasi penumpang ke lokasi aman, menjauh dari jaringan listrik aliran atas (LAA) yang sempat terputus akibat benturan. KAI Daop 1 juga mengerahkan kereta penolong (crane) untuk mengangkat kembali gerbong INKA EA203 yang anjlok agar jalur dapat segera disterilkan.
Akibat insiden tersebut, kedua jalur rel di petak Poris–Batuceper tertutup total. Sektor transportasi rel lintas barat Jakarta praktis lumpuh.
KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi darurat:
- Perjalanan KRL relasi Duri–Tangerang hanya sampai Stasiun Rawa Buaya dan kembali ke arah Duri.
- Keberangkatan dari Stasiun Tangerang dihentikan sementara.
- KA 803A relasi Basoetta–Duri hanya sampai Batuceper dan diputar kembali menuju bandara.
- Sejumlah perjalanan resmi dibatalkan total (batal jalan), termasuk KA 810A, KA 811A, KA 804A, dan KA 817A.
Hingga berita ini diturunkan, perjalanan kereta bandara maupun KRL lintas Tangerang belum kembali normal.
Kecelakaan ini diduga dipicu truk trailer bermuatan besar yang tersangkut (high-centering) saat melintasi perlintasan rel. Kondisi tersebut membuat kereta bandara tak sempat berhenti dan akhirnya menabrak kendaraan berat itu hingga anjlok.

