Korban kemudian mendapat pertolongan dari warga dan relawan. Anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kroya, Lutfi Latifudin, mengatakan korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Sekitar pukul 11.15 WIB korban dibawa ke PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan,” katanya.
Korban kemudian dirujuk ke RSUD Banyumas. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, Bapak Slamet Arifianto dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lutfi.
Jenazah korban telah dimakamkan pada Jumat pagi. Kepergian Slamet meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya, mengingat ia masih aktif bekerja sebagai masinis di wilayah Kroya.
Pihak desa mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di area atap rumah atau tempat yang berpotensi menjadi sarang tawon, serta segera melaporkan jika menemukan sarang tawon berbahaya di lingkungan sekitar.(Vinolla)

