IPOL.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan seputar Iran dapat memicu ledakan yang lebih luas di seluruh Timur Tengah, menandakan bahwa Moskow tidak akan tetap pasif dalam menghadapi meningkatnya ketidakstabilan.
Berbicara pada hari Kamis kemarin, Lavrov menggambarkan Iran sebagai mitra dekat Rusia dan mengatakan Moskow tidak akan “berdiam diri” di tengah “kompleksitas regional yang semakin meningkat”.
Ia menambahkan bahwa Rusia siap berkontribusi pada upaya yang bertujuan untuk meredakan ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Pada saat yang sama, Lavrov mengklarifikasi bahwa Moskow saat ini tidak memposisikan diri sebagai mediator formal antara Tel Aviv, Teheran, dan Washington, tetapi lebih memilih untuk melakukan diskusi dan memantau perkembangan. (ahmad)
