Dia bahkan sempat mengira anaknya mengalami sembelit. Namun rasa sakit yang dialami terus berulang selama beberapa hari. Informasi awal terungkap ketika salah satu siswa yang juga tinggal di lingkungan yang sama datang ke sekolah dengan kondisi leher kemerahan. Guru yang curiga kemudian menanyai siswa tersebut lebih jauh.
“Dipanggil sama guru, ditanya kenapa lehernya merah. Awalnya anak itu bilang bercanda, tapi guru merasa janggal dan membawa mereka ke ruang kepala sekolah,” jelas H.
Di ruangan itu, anak-anak akhirnya mengaku mereka diminta melakukan tindakan tak pantas oleh pelaku. Mereka juga menyebut sempat diberi minuman yang dicampur sesuatu sebelum kejadian.
“Katanya disuruh minum obat dicampur minuman,” tutur H.
H menyatakan dari keterangan yang ia dengar, anaknya yang berusia 5 tahun sudah lebih dari satu kali dilecehkan oleh pelaku dengan disertai ancaman.
“Katanya kalau berontak dibekap badannya, terus diancam jangan sampai bilang ke orang tua,” ujarnya.
H menegaskan, anaknya yang masih sangat kecil tidak mampu melindungi diri. “Dicubit saja dia sudah takut. Apalagi diancam,” kata H lirih.

