“Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa asas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki,” jelasnya.
Ditekankannya, efektivitas dan intelektualitas harus menjadi penggerak utama untuk mencapai arah tujuan bersama.
“Kalau dia berhenti di tempat, apalagi setback, mundur ke belakang, kebebasan hanya untuk sekadar kebebasan, ini kesedihan bagi kita semuanya,”tutupnya.(sofian)

