“Sementara korban masih sedikit sadar, tapi terjadi pendarahan dari mulut dan hidung, serta benturan di belakang kepala,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, ada oknum Brimob lain yang menegur rekannya dengan mengatakan, “kenapa pukul pakai helm”. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun demikian, pihak keluarga membantah dugaan bahwa korban terlibat aksi balapan liar. Menurut Nasri, tudingan tersebut tidak benar.
“Bukan balapan, saat itu jalan menurun sehingga motor otomatis melaju kencang,” tegasnya.
Keluarga juga menyesalkan perlakuan terhadap korban saat hendak dibawa ke rumah sakit. Mereka menilai korban tidak diperlakukan secara layak.
“Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” ujarnya.
Pihak keluarga menilai insiden tersebut merupakan tindakan penganiayaan. Setelah sempat mendapat perawatan intensif, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

