Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Produk Halal Diterima Mayoritas Non-Muslim NTT
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Produk Halal Diterima Mayoritas Non-Muslim NTT
Ekonomi

Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Produk Halal Diterima Mayoritas Non-Muslim NTT

Iqbal
Iqbal Published 27 Feb 2026, 18:25
Share
3 Min Read
halal
Ilustrasi logo halal pada produk. Foto: lppom mui
SHARE

Menurutnya salah satu konsep kultural yang mengemuka adalah ca naang agu ca wa’u (sehati dan sepenanggungan) yang menjadi simbol kohesi sosial masyarakat Kupang. Konsep ini mengandung nilai genetis (ikatan sedarah), sosiologis (persaudaraan adat), dan mekanisme musyawarah adat dalam menyelesaikan konflik.

Dalam praktiknya, penerimaan terhadap pembangunan rumah ibadah umat Islam di wilayah mayoritas non-Muslim dilakukan melalui simbol adat sebagai bentuk legitimasi sosial. Hal ini menunjukkan bahwa dialog antaragama dan toleransi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi hadir dalam praktik keseharian. “Adanya tradisi leles (gotong royong) juga memperkuat ikatan komunitas lintas agama dalam berbagai perayaan, baik adat maupun keagamaan,” tambahnya.

Temuan riset di wilayah Kupang, NTT ini dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah multikultural lainnya di Indonesia bahkan dunia, bahwa praktik halal dapat berkembang melalui pendekatan kultural yang mengedepankan dialog, partisipasi warga, dan harmoni sosial. Melalui riset ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemangku kebijakan dalam mereformulasi pendekatan sertifikasi halal agar tidak semata dipandang sebagai kepentingan umat Islam, tetapi sebagai bagian dari tata kelola produksi dan konsumsi yang inklusif. (ahmad)

Previous Page12
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: non muslim, NTT, produk halal
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Foto: Yudha Krastawan/ipol.id Usai Ditetapkan Tersangka, Kasi Intel Bea Cukai Langsung Dijebloskan ke Rutan KPK
Next Article Ketua Umum Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI), Galih Dimuntur Bos Padel Minta Kaji Ulang Penutupan Lapangan Padel di Jakarta

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260717 WA0009
Olahraga

Lolos Verifikasi TPP dan Dapat Restu KONI dan KOI, Zulfydar Zaidar Siap Pimpin PB ABTI 2026 – 2030

BNI
Ubed Tembus 16 Besar Japan Open pada Debut Super 750, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet Muda PBSI bersama BNI
17 Jul 2026, 08:16
Telkom
Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026
17 Jul 2026, 19:22
Gaya hidup
Menkes Ajak Warga Indonesia Tiru Orang Makassar, Rahasianya Cuma Peras Jeruk Nipis
17 Jul 2026, 09:59
Nasional
Sederhanakan Birokrasi, BRIN Jadi Pusat Kolaborasi Riset Nasional
17 Jul 2026, 08:12
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?