“Kalau pengusaha besar boleh di kasih apa itu, haircut? Enaknya sendiri haircut-haircut. Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini,” ucapnya.
Prabowo mengaku menerima banyak keluhan langsung dari warga di daerah kepulauan yang kesulitan memperoleh modal usaha. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan percepatan pembentukan koperasi.
“Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” katanya.
Ditargetkan ratusan koperasi mulai berfungsi dalam satu hingga dua bulan mendatang. Ia juga menyebut sekitar 30.000 koperasi di berbagai daerah telah memasuki tahap hampir berdiri.
Koperasi ini juga akan menjadi jalur distribusi barang subsidi agar masyarakat memperoleh akses langsung tanpa perantara. Skema ini diharapkan menutup celah penyelewengan dan meminimalkan kebocoran anggaran.
“Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” terangnya.
