Konsep ini disebut tak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membangun kedisiplinan serta kebersamaan. Dengan antre dan mengambil makanan sendiri, siswa dilatih untuk bertanggung jawab terhadap pilihannya sekaligus menghargai makanan.
Sejumlah siswa mengaku senang dengan suasana baru tersebut dan berharap menu MBG ke depan semakin variatif. “Nasi padang, nasi kebuli,” ujar beberapa siswa menyebut makanan favorit mereka.
Program MBG yang digulirkan pemerintah pusat ini mendapat respons positif dari para pelajar. Mereka bahkan menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas terselenggaranya program makan bergizi di sekolah.
“Terima kasih Pak Prabowo. Programnya bagus, jadi bisa makan bergizi setiap hari,” kata salah seorang siswa.
Inovasi penyajian secara prasmanan ini menjadi warna baru pelaksanaan MBG di daerah, sekaligus menunjukkan bahwa program nasional dapat dikemas lebih interaktif tanpa meninggalkan standar gizi dan kebersihan.(Vinolla)

