Menurutnya, mayoritas warga memahami bahwa normalisasi dilakukan demi mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan tersebut.
DIa menegaskan, pada prinsipnya warga tidak keberatan bila harus direlokasi, selama proses pembebasan lahan dilakukan secara adil dan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
“Kami pada dasarnya tidak keberatan, asalkan pembebasan lahannya sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” tukasnya.
Sanusi menambahkan, di RT yang dipimpinnya terdapat 96 Kepala Keluarga (KK) yang berpotensi terdampak kebijakan tersebut.
Sebelumnya, dua hari puasa ramadan, permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, kembali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hampir 120 sentimeter (cm), Jumat (20/2/2026).
Warga yang terdampak berada di RW 04 meliputi RT 11, RT 12, dan RT 13, serta di RW 05 meliputi RT 05, RT 06, dan RT 09.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi mengatakan, genangan air mulai menyentuh ke rumah-rumah warga sejak pukul 02.00 WIB dini hari, dan debit air kemudian meningkat signifikan hingga pagi hari.

