“Ini catatan penting yang perlu saya highlight,” ujarnya.
Burhan pun merinci dua modal besar yang dimiliki Prabowo. Pertama, modal elektoral. Pada Pilpres 2024, Prabowo dan Gibran unggul dengan kemenangan terbesar sepanjang sejarah.
Total orang yang memilih Prabowo dan Gibran berjumlah 96 juta.
“Pak Jokowi dan Pak SBY yang dua kali memenangkan Pemilu secara langsung, tidak pernah mendapatkan angka sebesar itu,” ungkap Burhan.
Ketika unggul secara meyakinkan dalam satu putaran melawan dua rivalnya: Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto, SBY yang berpasangan dengan Boediono hanya mampu meraup suara dari 70 juta orang. Jauh di bawah perolehan suara Prabowo-Gibran yang mencapai 96 juta.
Sementara Jokowi, yang hanya melawan satu pasangan di Pilpres 2014 (Prabowo-Hatta Rajasa) dan 2019 (Prabowo-Sandiaga Uno) juga tidak mengantongi suara sebanyak Prabowo-Gibran.
“Ini modal elektoral yang sangat besar, yang menurut saya ditopang oleh koalisi antara basis Pak Prabowo dan Pak Jokowi, yang direpresentasikan oleh anaknya, yang kita tahu menjadi cawapresnya Pak Prabowo,” urai Burhan.
