“Dengan segala pertimbangan, aku memutuskan untuk mundur sebagai host di Queenzely,” ujar Bunga, Jumat (27/2/2026).
Konten “Halo Kakak Spill Skincare” sebelumnya populer karena menampilkan artis dan figur publik yang seolah-olah diminta secara spontan membagikan produk perawatan kulit yang digunakan. Format tersebut kerap dianggap natural dan tanpa skenario.
Namun, setelah pengakuan Tasya mencuat, muncul anggapan bahwa sebagian konten tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran berbayar. Hal ini memicu kekecewaan sejumlah netizen yang merasa format tersebut tidak sepenuhnya organik.
Di sisi lain, sejumlah warganet juga menilai bahwa praktik endorsement dan kerja sama berbayar merupakan hal lazim dalam industri kreator digital, selama dilakukan sesuai kesepakatan dan transparan.
Hingga kini, perbincangan terkait transparansi konten berbayar masih bergulir di media sosial. Polemik ini sekaligus kembali menyoroti pentingnya keterbukaan dalam praktik promosi digital, terutama ketika melibatkan figur publik dan influencer dengan jutaan pengikut.(Vinolla)

