Teriakan tersebut terdengar berulang kali, menyebut ada orang di depan kendaraan. Namun alat berat tetap bergerak hingga akhirnya mengenai tubuh korban. Suasana berubah panik, sementara saksi terdengar mengucapkan kalimat istigfar dan doa.
Polisi kini menjadikan rekaman tersebut sebagai bahan analisis untuk menyusun kronologi lengkap kejadian. Penyidik mendalami kemungkinan adanya kelalaian prosedur keselamatan kerja maupun miskomunikasi di lapangan.
Selain memeriksa operator alat berat, penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak manajemen depo kontainer terkait standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja yang berlaku di area tersebut.
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas logistik dan industri di Jakarta Utara dengan lalu lintas alat berat yang padat setiap harinya. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap zona aman pekerja di sekitar alat berat.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum dipublikasikan. Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pendalaman rampung. Penyelidikan masih berlangsung.(Vinolla)

