“Kegiatan berbagi ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini menjadi pelaksanaan yang ke-14,” ungkap Mada, Jumat (27/2/2025) sore.
Dalam kesempatan sama, Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka menuturkan, kegiatan berbagi selama Ramadan telah menjadi tradisi warga apartemen Kalcit selama lebih dari satu dekade.
Dia menilai kebersamaan dalam kegiatan sosial memperkuat solidaritas antar warga sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah, serta buka puasa bersama anak-anak yatim.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Wijayanto mengajak umat muslim memanfaatkan momen Ramadan untuk berubah menjadi kupu-kupu. Dia mengibaratkan saat sebelum Ramadhan, manusia seperti ulat yang rakus, menjijikkan, tidak ada yang ingin mendekat, serta menghabiskan daun.
“Orang yang berhasil puasanya harus jadi kepompong, setelah selesai maka kita harus bermetamorfosis menjadi kupu-kupu cantik dan elok”.
Proses spiritual Ramadan, sambung Ustaz Wijayanto, sebagai metamorfosis menuju pribadi lebih baik. Keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan haus, tetapi juga dari kepekaan terhadap kondisi sesama (manusia).

