Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brunei Darussalam 2024, Indonesia menempati posisi runner up dengan mengumpulkan 10 emas, 10 perak, dan 9 perunggu.
Lebih jauh Susyana menjelaskan, kejuaraan dunia junior 2026 ini penting bukan hanya menambah jam terbang atlet tetapi juga menyiapkan regenerasi ke depan. “Mereka butuh banyak jam terbang. Jadi, kita bukan hanya bisa melihat perkembangan prestasinya tetapi juga melihat kualitas lawan-lawan yang bakal dihadapi ke depan. Dari hasil ini, kita akan melakukan evaluasi sehingga bisa menyiapkan atlet muda lebih baik lagi pada saat tampil di ajang multi event internasional,” ujarnya.
Sementara itu, atlet taolo putra asal Jambi, Zivan Abimanyu Rasendria dan peraih medali emas Taolu pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Jakarta 2025 Vini Nur Azizah dan Utiqo Romadhona Ummi Auna dari Jawa Timur, menyatakan tekadnya meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026.
“Di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2025, saya meraih 2 medali perak dan 1 perunggu. Sekarang, saya mengincar medali emas untuk dibawa pulang ke Tanah Air,” kata Zivan, panggilan karibnya yang akan turun di Taolu Junior C.
