“Kelompok rentan tentu pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia risiko tertinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas (ekstrem),” kata dia.
Guna mengurangi risiko tersebut, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih dan tidak menunggu hingga merasa haus.
Selain itu, warga juga disarankan menggunakan pakaian yang ringan atau longgar serta memakai pelindung seperti topi atau payung saat berada di luar ruangan.
“Konsumsi banyak air putih (jangan menunggu haus), menggunakan pakaian ringan atau longgar, dan sebisa mungkin menggunakan topi atau payung saat keluar ruangan. Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari,” urainya.
Ia juga mengingatkan masyarakat menjaga suhu ruangan tetap sejuk dengan menggunakan pendingin ruangan atau kipas angin saat berada di dalam rumah maupun kantor.
“Di dalam ruangan menggunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin supaya menjaga suhu ruang,” ujarnya.
Selain itu, warga disarankan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam serta minuman berkafein seperti kopi dan teh yang dapat mempercepat dehidrasi. (far)
