Dalam orasinya, mereka menuding masih ada sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Selatan yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Namun, menurut Dirhamul, massa tidak menyebutkan secara jelas lokasi tempat hiburan dimaksud. Padahal, pemerintah kota siap menindak jika ada laporan yang disertai data akurat.
“Kita tanya di mana tempat hiburan yang buka biar kita tindak, tapi mereka tidak mau menyebutkan,” ungkapnya.
Setelah menyampaikan orasi, massa akhirnya membubarkan diri dari lokasi.
Dirhamul menegaskan, para pengunjuk rasa meminta agar dapat bertemu dengan pimpinan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Ya, mereka meminta bertemu pimpinan Senin besok,” tutup Dirhamul. (Joesvicar Iqbal)
