Ia menambahkan capaian hafalan Al-Qur’an para siswa bervariasi, dengan satu siswa berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz selama tiga tahun masa pendidikan. Selain itu, sekitar 15 siswa memiliki hafalan antara 20 hingga 25 juz, puluhan lainnya memiliki hafalan antara 15 hingga 20 juz, dan sebagian siswa memiliki hafalan minimal tiga juz sebagai syarat kelulusan di madrasah tersebut.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap sistem pendidikan madrasah yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Romo Syafii menilai madrasah menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan.
“Sekarang kita ingin membaca Islam, itu membaca IMTAQ (Iman dan Taqwa) dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknolog). Dan tempat yang paling tepat itu setelah saya amati adalah madrasah,” kata Romo Syafii.
Romo Syafii juga mengungkapkan rasa bangga terhadap para siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an. Ia berharap para penghafal Al-Qur’an dapat menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi masa depan bangsa.
