Meski demikian, defisit APBN 2026 yang dirancang sekitar 2,6–2,7 persen terhadap PDB masih di bawah batas 3 persen. Cadangan devisa sekitar 154 miliar dolar AS juga dinilai cukup kuat menjaga stabilitas nilai tukar.
Di sisi politik, pengamat menilai tantangan pemerintah bukan hanya menjaga fiskal dan moneter, tetapi juga stabilitas sosial. Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi dan menekan daya beli.
Pemerintah didorong menyiapkan stimulus yang tepat sasaran, mulai dari bantuan sosial bagi kelompok bawah, subsidi terbatas bagi kelas menengah, hingga relaksasi pajak untuk pelaku usaha. Selain itu, komunikasi publik yang transparan dinilai penting agar gejolak ekonomi tidak berkembang menjadi tekanan politik. (bam)
