ASDP juga menyadari bahwa kepadatan sebelumnya sempat menimbulkan ketidaknyamanan.
Namun, respons cepat di lapangan menjadi kunci dalam memulihkan kondisi secara bertahap hingga kini kembali stabil.
Sejumlah langkah strategis dijalankan secara simultan, mulai dari optimalisasi operasional hingga pola sangat padat dengan pengoperasian sekitar 35 kapal, penerapan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dengan durasi layanan yang dipercepat, penambahan kapal perbantuan, hingga rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan buffer zone secara maksimal.
Sinergi erat antara ASDP, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan ini.

