Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, tetap menjadi arteri utama perdagangan minyak dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global mengalir melalui jalur ini setiap harinya.
Ketegangan di jalur minyak ini langsung mengguncang ekonomi dunia. Harga minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan melonjak ke USD98 per barel, sementara Brent mencapai USD103 per barel.
Untuk meredam gejolak, Amerika Serikat dan sekutunya terpaksa melepaskan cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel guna membanjiri pasar dan menekan kenaikan harga lebih lanjut.
Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap kapal yang dianggap melanggar aturan mereka, termasuk kapal kargo berbendera Thailand yang diserang pada Rabu (11/3).
Serangan itu menyebabkan kebakaran hebat, hilangnya tiga awak, dan penyelamatan 20 awak lainnya oleh Angkatan Laut Oman. IRGC sempat memperingatkan bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus mendapatkan izin dari Iran. (far)
