IPOL.ID-Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan permulaan ‘operasi ofensif paling menghancurkan dalam sejarah Republik Islam Iran’. Pernyataan ini disiarkan media Iran, Fars News, yang juga menjelaskan operasi bakal dimulai ‘sebentar lagi’.
Pernyataan IRGC ini muncul setelah mereka berkabung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2).
“Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya”, kata IRGC dikutip Far News.
Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam disebut sebagai legitimasi Khamenei sebagai pemimpin besar. AS dan Israel, yang dijuluki algojo kemanusiaan, dikatakan tak akan lolos dari ‘tangan pembalasan Iran’.
IRGC didirikan oleh Ruhollah Khomeini sebagai cabang militer pada 1979 setelah Revolusi Islam. IRGC bertugas memastikan integritas Republik Islam, sedangkan angkatan bersenjata Iran melindungi kedaulatan negara.
Iran sudah mendeklarasikan masa berkabung 40 hari dan tujuh hari libur nasional untuk Khamenei.

