“Itu harus di-apa namanya itu, dibersihkan. Namanya program cetak sawah baru. Meskipun sawah ini sawah lama, tapi anggarannya, anggaran cetak sawah baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, durasi pengerjaan akan bergantung pada luas wilayah terdampak. Tito menilai penanganan lahan pertanian akan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung proses tersebut agar berjalan sesuai rencana. “Pasti saya kawal,” tegas Tito. (sol)
