Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kemarau 2026 Jadi Berkah bagi Nelayan Indonesia, Begini Alasannya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Kemarau 2026 Jadi Berkah bagi Nelayan Indonesia, Begini Alasannya
Nasional

Kemarau 2026 Jadi Berkah bagi Nelayan Indonesia, Begini Alasannya

Iqbal
Iqbal Published 19 Mar 2026, 19:24
Share
3 Min Read
BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran kredit yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), mencakup pembiayaan UMKM dan sektor ramah lingkungan di seluruh pelosok negeri. Foto: Dok BRI
Musim kemarau 2026 jadi berkah bagi nelayan. Foto: Dok BRI
SHARE

IPOL.ID – Musim kemarau yang diprediksi lebih awal pada April 2026 menjadi perhatian serius bagi para peneliti oseanografi. Meski fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan di daratan, bagi sektor kelautan, transisi musim ini justru menjadi momentum peningkatan kesuburan laut yang luar biasa melalui fenomena upwelling.

Peneliti Ahli Utama Bidang Kepakaran Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Pranowo menjelaskan bahwa awal kemarau memicu pergerakan Angin Timuran yang kuat. Angin ini mendorong massa air permukaan laut ke arah lepas pantai, yang kemudian digantikan oleh massa air dingin kaya nutrien dari lapisan yang lebih dalam.

“Massa air yang terangkat ini membawa ‘pupuk alami’ berupa nitrat dan fosfat. Ketika mencapai permukaan yang kaya sinar matahari, terjadi fotosintesis masif oleh fitoplankton. Inilah yang mendasari peningkatan produktivitas primer laut kita,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan kajian riset yang dipublikasikan Widodo Pranowo dalam Majalah Indo-Maritime 2014, fenomena upwelling di selatan Jawa memiliki karakteristik unik yang dikenal secara internasional dengan sebutan RATU (Semi-permanent Java Coastal Upwelling). Hasil riset menunjukkan bahwa intensitas RATU sangat dipengaruhi oleh dinamika musiman dan variabilitas iklim global. Dalam penelitian tersebut, pemanfaatan teknologi Argo Float robot penyelam otomatis yang beroperasi hingga kedalaman 2.000 meter menjadi kunci dalam merekam data profil temperatur dan salinitas secara real-time.

Baca Juga

Karamba ikan di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jabar. Foto: Disporaparbud.purwakartakab
Cuaca Ekstrem Picu Fenomena Upwelling, KKP Gerak Cepat Atasi Kematian Ikan Massal di Waduk Jatilihur

Hasil analisis data menunjukkan bahwa keberadaan lapisan thermocline yang terangkat ke atas selama proses upwelling menjadi indikator utama dalam memetakan daerah penangkapan ikan. Riset ini berhasil mengidentifikasi bahwa wilayah Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara merupakan habitat krusial bagi migrasi dan pemijahan ikan ekonomis penting, termasuk Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna), Cakalang, dan Tuna Mata Besar. Selain itu, riset mencatat bahwa sinergi antara Angin Timuran dan fenomena El Niño dapat memperkuat intensitas upwelling, yang secara langsung berdampak pada pelonjakan stok ikan pelagis.

Fenomena ini berimplikasi bagi sektor perikanan. Menurutnya fitoplankton diduga akan mulai berkembang pada April-Mei 2026, mulai melonjak pada Juni 2026, dan puncaknya di Juli-Agustus 2026. Prediksi ini akan menarik keberlimpahan ikan pelagis kecil seperti lemuru di Selat Bali. “Dinamika laut ini sangat dipengaruhi oleh variabilitas iklim. Jika El Niño 2026 terjadi, potensi penguatan upwelling tidak hanya di selatan Jawa, tetapi juga meluas ke wilayah perairan Indonesia lainnya,” tambah Widodo.

Kajian riset tersebut juga menegaskan bahwa dengan meningkatnya risiko kekeringan, yang panjang akibat El Nino, yang mengancam ketahanan pangan dari sumber darat, kemungkinan bisa digantikan oleh sumber pangan dari laut. Oleh karena itu, pemantauan dinamika laut dan atmosfer secara kontinu merupakan langkah strategis BRIN dalam menjaga kedaulatan pangan nasional dari sektor maritim. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Musim Kemarau 2026, upwelling
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, Rasyidi.(foto istimewa) Jika Ada Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Rasyidi Harapkan Masyarakat Tetap Saling Menghargai
Next Article Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada Rayakan Hari Jadi dengan Berbagi Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada Rayakan Hari Jadi dengan Berbagi

TERPOPULER

TERPOPULER
Jay Idzes
HeadlineOpini

Jay Idzes Cedera usai Sassuolo Hajar Raksasa AC Milan 2-0 di Serie A Liga Italia

HeadlineNews
Alasan Presiden Prabowo Subianto Panggil Ketua PPATK Ivan Yustiavandana di Hambalang
04 May 2026, 09:08
HeadlineNews
Viral! Akun Instagram Ahmad Dhani Hilang dari Jagat Maya
04 May 2026, 09:28
HeadlineJabodetabek
Polda Metro Jaya Bongkar Judi Online Bermodus Live Konten Dewasa di Apartemen, Bisa Raup Rp 5 Miliar Sebulan
04 May 2026, 08:30
HeadlineNusantara
Kepala Desa Buncitan Sidoarjo Ditemukan Meninggal di Ruang Kerja
04 May 2026, 10:54
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?