Analis penerbangan dan militer Kolombia, Erich Saumeth, mengungkapkan pesawat Hercules C-130 yang jatuh merupakan hibah dari Amerika Serikat pada 2020 dan telah menjalani perbaikan mesin secara menyeluruh tiga tahun setelahnya. Ia menilai kecil kemungkinan kecelakaan disebabkan oleh kualitas komponen pesawat.
“Saya tidak berpikir pesawat ini jatuh karena kekurangan suku cadang yang baik,” kata Saumeth.
Menurutnya, penyelidik perlu memastikan penyebab kegagalan mesin pada pesawat bermesin empat baling-baling tersebut tak lama setelah lepas landas. (far)
