IPOL.ID- Musim kemarau diprediksi akan melanda Jakarta dalam beberapa pekan mendatang.
Tanda adanya perubahan iklim pun, saat ini mulai dirasakan masyarakat di penghujung bulan Ramadhan.
Menyikapi itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mulai mempertimbangkan langkah, untuk melakukan modifikasi cuaca.
“Untuk menghadapi Idulfitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya itu cuacanya panas. Tetapi pada saat Idulfitri ada kemungkinan curah hujan menengah,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Pramono menilai, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat pembentukan awan hujan atau hujan buatan di Jakarta belum memiliki urgensi untuk dilakukan saat ini. “Untuk saat ini saya kira Jakarta masih belum memerlukan dibuat hujan buatan,” bebernya.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak April.
BMKG juga mencatat suhu udara maksimum di wilayah Jakarta mencapai angka cukup tinggi. “Dalam beberapa hari terakhir suhu Udara maksimum yang terukur di wilayah Jakarta mencapai 35.4 derajat celsius, tepatnya di wilayah Jakarta Timur,” ucap Ida.
