Teddy juga memaparkan sejumlah upaya pemerintah dalam memperbaiki dan menambah infrastruktur penunjang pendidikan. Ia menyebut langkah Presiden Prabowo dalam membangun sekolah rakyat untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung.
“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir sampai 16.000 sampai 20.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah,” paparnya.
Di sisi lain, revitalisasi sekolah juga terus dilakukan. Hingga 2025, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun.
“Belum lagi nanti ada sekolah Garuda. Ada sekolah terintegrasi. Ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat. Sedang berjalan,” sebutnya.
Dalam upaya pengembangan teknologi pembelajaran, pemerintah juga turut mengadakan televisi digital yang disalurkan ke sekolah-sekolah di Tanah Air.
