Padahal tepat di seberang Halte Pancoran Soepomo terdapat GPIB Bukit Moria hingga pusat perbelanjaan, dan halte sehingga keberadaan zebra cross di lokasi dibutuhkan pejalan kaki.
“Sudah hampir enam bulan zebra cross-nya enggak ada, setahunanlah. Membahayakan juga buat orang yang menyeberang,” tutur warga sekitar, Faisan (67), Jumat (27/3/2026).
Pun demikian, tidak adanya zebra cross sebagai penyambung zebra croos di lajur seberangnya justru membahayakan, karena pada titik Jalan Prof. DR. Soepomo tersebut tidak terdapat rambu-rambu yang menandakan lokasi sebagai tempat menyeberang jalan.
Baik rambu berupa lampu penyeberangan jalan atau pelican crossing tidak terdapat di lokasi, hanya ada rambu pemberhentian bus bagi armada Transjakarta dan Mikrotrans di lokasi.
“Jadinya kan membahayakan, karena orang pas menyebarang itu kendaraan yang melintas enggak tahu kalau di situ tempat penyeberangan. Bisa mencelakakan,” kata Faisan.
Menurut warga kondisi zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo sebelumnya normal, tapi setelah adanya proyek perbaikan jalan zebra cross tersebut kemungkinan diduga tertutup aspal.

