Simpang Susun Kunciran sendiri berada di koridor strategis yang menghubungkan wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, termasuk kawasan Alam Sutera yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat hunian dan komersial di perbatasan dua daerah tersebut.
“Dengan terbukanya akses baru melalui Simpang Susun Kunciran, kami optimistis mobilitas masyarakat dan distribusi logistik akan semakin efisien, sehingga mampu menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Tangerang menilai pengembangan infrastruktur tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor bisnis dan investasi di wilayah Tangerang Raya.
Menurut Sachrudin, peningkatan konektivitas harus sejalan dengan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Tujuan utama dari pengembangan ini adalah memberikan kemudahan akses transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan alternatif jalur menuju Bandara Soekarno-Hatta maupun arah Merak,” tegasnya.
