“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” imbuh wali kota.
Dari total 63 ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan. Sebanyak 29 orang diketahui merupakan guru dan kepala sekolah.
Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan medis bagi jemaah.
“Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Meski puluhan ASN diberangkatkan, pelayanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini dimungkinkan karena jumlah total ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta telah dilakukannya pengaturan tugas sebelumnya.
Koordinasi internal disebut telah dilakukan agar tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah.
“Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah,” katanya.
