IPOL.ID – Dalam 24 jam terakhir, BTC naik +0,45% bertengger $68.600 (IDR 1.161.714.490). Setelah sempat mencapai harga $69.300. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 58,62%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga melonjak +0,65% di level $2,34 triliun.
Bitcoin sempat menyentuh $69.000 sebelum kembali berkonsolidasi di area $68.000 seiring menguatnya sinyal damai AS-Iran. Penurunan harga minyak Brent ke bawah $100/barel memberikan angin segar disinflasi bagi bank sentral global untuk mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump menegaskan serangan terhadap Iran bisa berakhir dalam 2-3 minggu tanpa perlu kesepakatan formal jika kapabilitas nuklir Teheran terbukti melemah. Rencana penarikan pasukan secara cepat ini memperkuat potensi berakhirnya konflik secara sepihak dan meredakan ketegangan pasar global.
Di sisi institusional, Moody’s mencetak sejarah dengan memberikan peringkat kredit Ba2 untuk obligasi berbasis Bitcoin senilai $100 juta di New Hampshire. Langkah ini menjadi validasi besar bagi kredibilitas Bitcoin sebagai aset jaminan (collateral) resmi yang kini mulai diakui secara luas dalam ekosistem keuangan tradisional.
Terkait aliran dana, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow $1,32 miliar pada Maret, performa positif bulanan pertama sejak Oktober 2025. Meski begitu, rapor Q1 2026 tetap ditutup dengan total net outflow sekitar $500 juta akibat tekanan jual masif di awal tahun, menyisakan tantangan pemulihan untuk kuartal kedua.
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di rentang harga $67.000 hingga $71.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar $2.050 hingga $2.250. ***
