Dominasi Bhayangkara semakin tak terbendung di akhir set. Serangan bertubi-tubi dari Bardia Saadat dan Martin Atanasov membuat pertahanan Samator kocar-kacir hingga skor menyentuh 21-14. Meski Rama Fauzan dkk berusaha mengejar, Bhayangkara Presisi menutup set kedua dengan kemenangan meyakinkan 25-16.
Kehilangan dua set awal tampaknya memukul mental anak-anak Surabaya Samator. Sebaliknya, Rendy Tamamilang dkk bermain semakin lepas. Di awal set, mereka sudah unggul 9-6 dan terus memperlebar selisih angka menjadi 17-10 di pertengahan laga.
Pelatih Samator, Rodolfo Sanchez, sempat mengambil time-out dan meminta anak asuhnya untuk tetap fokus, namun tembok pertahanan yang dibangun Gumilar dan Rendy Tamamilang terlalu kokoh untuk ditembus. Bhayangkara Presisi mencapai match point di angka 24-15 dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-16.
Usai laga manajer tim Surabaya Samator, Hadi Sampurno mengatakan, sebenarnya set pertama sempat bangga, “Karena tim kami sempat memberikan perlawanan dan perolehan angka pun ketat, bahkan sempat unggul 24-23. Namun hasilnya kita bisa lihat sendiri,” ucap Hadi Sampurno.

