“Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas permainan sekaligus memberi ruang berkembang bagi atlet mahasiswa,” jelasnya.
Bangun Ekosistem Atlet Mahasiswa Berkelanjutan
Campus League mengusung konsep pengembangan berbasis tiga pilar, yakni akademik, atletik, dan afinitas sosial. Model ini terinspirasi dari sistem liga kampus di Amerika Serikat seperti NCAA.
Tak hanya itu, dukungan dari sektor industri juga memperkuat langkah liga ini. Merlin menilai kompetisi terstruktur penting untuk membentuk karakter generasi muda.
Sementara Tekno Wibowo menekankan pentingnya dukungan teknologi dalam perjalanan akademik dan atletik mahasiswa.
Tim terbaik dari masing-masing regional akan melaju ke fase puncak, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026.
Juara nasional nantinya diproyeksikan mewakili Indonesia di kompetisi antaruniversitas tingkat Asia pada 2027.
Dengan ekspansi ke enam kota dan sistem kompetisi yang terstruktur, Campus League diharapkan menjadi fondasi baru dalam pengembangan olahraga mahasiswa Indonesia, sekaligus membuka jalan menuju panggung internasional.
