Adanya kegiatan Pasar Santa Festival, lanjut Topik, diharapkan dapat menjadi magnet kunjungan yang tidak hanya bersifat temporer, namun juga membangun loyalitas konsumen baru hingga komunitas.
“Pasar Santa ini asik dan estetik jadi tempat berkumpulnya para pecinta kopi dan kerap dikunjungi komunitas”.
Perumda Pasar Jaya juga terus membuka ruang dialog bagi para pedagang untuk merumuskan konsep rebranding yang lebih spesifik. Menurut dia, hal ini selaras dengan semangat transformasi kawasan seperti yang telah sukses dilakukan di area Blok M, Kebayoran Baru.
Dengan segala perbaikan yang telah dilakukan, Perumda Pasar Jaya mengundang masyarakat untuk kembali berkunjung dan memberikan dukungan kepada pedagang lokal di Pasar Santa.
“Jadi Pasar Santa kini hadir dengan wajah baru. Pasar yang lebih nyaman tanpa menghilangkan identitasnya sebagai pusat kuliner dan hobi yang ikonik di Jakarta”. (Joesvicar Iqbal)
