Untuk itu dalam pembinaan para atlet, Indonesia harus melakukan penyesuaian agar bisa meningkatkan prestasi di level internasional. Untuk percepatan penyesuaian tersebut, kata Djoko, PB PABSI bekerja sama dengan Pupuk Indonesia menerapkan regulasi terbaru pada Kejurnas tahun ini.
“PB PABSI sangat beruntung mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui Pupuk Indonesia. Dukungan ini sangat penting bagi pembinaan yang dijalankan PB PABSI untuk prestasi-prestasi yang akan datang,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara, Kejurnas, Luki Apari mengatakan, pihaknya menetapkan kriteria bagi lifter yang berhak tampil di ajang kejurnas kali ini melalui MAP(Minimal Angkat Pertama) untuk angkatan snatch maupun clean and jeruk di setiap kelas yang dipertandingkan.
“Selain itu, kelayakan lainnya bagi para atlet yang akan tampil, berusia 15 tahun keatas dihitung berdasarkan tahun kelahiran maksimal tahun 2011,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, teknikal meeting kejurnas akan digelar pada, Kamis (16/4/2026) di Hotel Amaroosa, Bandung.
