“Ke kakak saya tiga orang, ke saya delapan orang. Saya juga sempat dipalak,” tambah Wahyudin.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.
“Dari hasil olah TKP, ditemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban,” ujar Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah masih berada di RSUD Bayu Asih untuk keperluan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.
Insiden tragis ini juga terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan detik-detik korban kolaps di tengah kepanikan para tamu undangan.
Suasana duka semakin terasa ketika istri dan anak korban dilaporkan jatuh pingsan usai mengetahui kejadian tersebut. Bahkan, anak korban yang masih mengenakan kebaya resepsi pernikahan terlihat berada di Mapolres Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan. (Vinolla)

