IPOL.ID- Timnas Hockey Field Putri Indonesia kembali mengukir sejarah dengan pertama kali meraih medali perunggu pada ajang babak kualifikasi Hockey Field Putri Asian Games 2026. Dalam pertandingan perebutan peringkat, Nisa Indira dan kawan-kawan kembali menudukkan Singapura melalui adu penalti 3 -1 (2-2).
Sukses yang diraih dalam pertandingan di Stadion Hockey Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (29/4/2026) malam itu, menjadi penghias manis tiket Asian Games 2026 yang sudah lebih dahulu dikantongi Timnas Hockey Field Putri.
Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI) yang menggembleng para pemain tanpa lelah termasuk dengan dana mandiri pun meraih prestasi manis karena Timnas Field Putra juga sudah lolos ke Nagoya melalui babak kualifikasi Asian Games di Thailand 2026, awal bulan ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP FHI Yasser Arafat Suaidy setelah menyaksikan adu penalti yang menegangkan itu memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain Timnas. Bahkan, dia menilai Timnas mengalami peningkatan prestasi yang signifikan dibandingkan babak kualifikasi tahun 2023.
“Secara keseluruhan, tim kita terjadi peningkatan yang sangat signifikan dibanding persiapan Asian Games 2023. Tim ini diisi 80% pemain hasil pembinaan junior yang sekarang sudah meningkat menjadi senior. Karena diisi pemain muda maka i masih panjang perjalanannya.
Mudah-mudahan tim ini dan juga tim putra makin solid, makin matang di event Asian Games Nagoya nanti,” kata Yasser menjawab pertanyaan para wartawan.
Yasser yang baru mendapat kejutan dengan diterimanya Timnas Putra oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, hari ini, menilai, semangat para pemain putri Indonesia luar biasa selama tampil di babak kualifikasi.
“Dari segi semangat mereka luar biasa. Perlu diketahui ini adalah empat kali berturut-turut kita mengalahkan Singapura. Kita kalah di babak kualifikasi Asian Games dan Asian Games 2022. Nah sekarang kita buktikan mampu mengalahkan Singapura empat kali setelah sebelumnya menang di perebutan juara grup di sini, SEA Games Thailand dan turnamen di Hong Kong,” ujarnya.
Lebih lanjut Yasser mengemukakan, setelah babak kuafikasi ini Timnas tidak istirahat karena terus melanjutkan persiapan menuju Asian Games dengan sasaran lebih tinggi lagi lolos ke kualifikasi olimpiade.
“Tim terus digembleng, sesuai dengan arahan Bapak Wapres Gibran yang meminta tim ini dipersiapkan secara sangat matang, dan akan didukung oleh beliau,” ucapnya.
Bahkan Timnas putra dan putri akan menjalani Training Camp (TC) dan serangkaian uji coba di Belanda selama tiga bulan. Dari Belanda para pemain tidak pulang ke Tanah Air tetapi langsung ke Nagoya.
Menyinggung tentang kembali berhasil meloloskan tim putra-putri ke Asian Games, Yasser menyebut sebagai capaian luar biasa. Apalagi prestasi ini diraih dua kali sejak tahun 2023.
“Jadi secara sejarah Indonesia sudah mengikuti 3 kali mengikuti Asian Games. Pertama tahun 2018 di Jakarta yang lolos karena tuan rumah. Kemudian lewat kualifikasi 2022 dan sekarang,” kata Yasser.
Setelah mampu lolos dua kali ke Asian Games, Yasser berharap nanti ada peningkatan prestasi dengan minimal meraih peringkat lima besar. Dengan demikian akan bisa mengikuti babak kualifikasi olimpiade.
