“Kami sudah berkomunikasi dengan sekolah, orang tua, dan siswa. Tim juga langsung turun ke lokasi. Pembinaan dilakukan kepada pelaku, pihak sekolah, dan orang tua,” tuturnya.
Ia menambahkan, korban tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama. Selain itu, kedua belah pihak disebut telah saling memaafkan.
“Kondisi korban saat ini berangsur membaik. Kami terus melakukan pemantauan agar kejadian serupa tidak terulang dan lingkungan sekolah kembali aman serta nyaman,” kata Irma.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tuban IPTU Siswanto membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Kami masih mendalami kejadian ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan pihak terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada 7 Maret 2026 di salah satu SMP di Kabupaten Tuban, namun baru terungkap setelah videonya viral di media sosial.(Vinolla)
