“IKI yang naik signifikan pada Mei ini merupakan ungkapan optimisme pelaku industri atas keputusan Bapak Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut membuat inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terutama daya beli atas produk manufaktur meningkat,” tuturya.
Kemenperin mencatat, inflasi tahunan pada April 2026 melandai menjadi 2,42 persen (yoy), sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap berada pada level optimistis sebesar 123,0. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor industri karena menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik.
“Inflasi yang terkendali dan IKK yang tetap berada di level 123 menunjukkan bahwa demand domestik terutama demand konsumsi rumah tangga terhadap produk manufaktur masih kuat. Industri merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan utilisasi produksi dan hal tersebut ditunjukkan kenaikan indiaktor produksi pada komponen variabel pembentuk IKI,” imbuh Febri.
Hal ini tercermin pada variabel produksi dalam IKI Mei 2026 yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,86 poin menjadi 55,20 dan merupakan level tertinggi sejak Januari 2025. Selain itu, variabel pesanan juga meningkat menjadi 53,47. Selanjutnya, pada variabel persediaan mencapai 51,33. Seluruh variabel pembentuk IKI tercatat berada dalam fase ekspansi.
