“Ini laporan Daop 1 kan masuk Jakarta,” kata Tri saat menjelaskan lokasi perlintasan tersebut.
Menurut dia, saat ini terdapat 205 pintu perlintasan kereta api di wilayah Banten, baik berupa perlintasan sebidang maupun jalur yang sudah dilengkapi flyover. Sebagian besar perlintasan tersebut telah ditangani pemerintah provinsi.
Sebelumnya, enam pintu perlintasan telah lebih dulu ditutup, termasuk jalur di dekat Stasiun Cisauk setelah pembangunan flyover rampung dilakukan.
“205 perlintasan kereta api di Banten sebagian besar sudah ditangani pemerintah provinsi. Tinggal kabupaten/kota saja yang belum,” tuturnya.
Pemprov Banten juga mengusulkan pembangunan flyover di kawasan Serpong dan Jombang, Kota Tangerang Selatan. Jika pembangunan selesai, perlintasan sebidang di lokasi tersebut akan ditutup guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Karena kan ada yang terdaftar dan liar. Terdaftar ada yang dijaga dan tidak. Sebidang ada yang tidak. Sebenarnya kalau yang KRL dah 10 menit,” ujar Tri.(Vinolla)
