Memasuki set kedua, JTEKT Stings mulai mampu menemukan pola permainan terbaik dan memberikan perlawanan lebih sengit. Meski begitu, rapatnya pertahanan serta efektivitas serangan Foolad kembali membawa tim Iran unggul 25-22.
JTEKT Stings akhirnya mampu bangkit pada set ketiga. Mereka tampil lebih percaya diri dan berhasil mengendalikan pertandingan untuk merebut kemenangan 25-20.
Walau kehilangan set ketiga, Foolad tetap mampu menjaga konsistensi permainan hingga memastikan kemenangan sekaligus mengamankan tempat di final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.
Libero JTEKT Stings, Kazuyuki, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Menurut dia, penerimaan servis dan lini pertahanan menjadi kendala sepanjang pertandingan.
“Saya sedih karena kami kalah. Servis lawan sangat sulit dan pertahanan kami juga tidak berjalan baik sehingga serangan kami tidak maksimal,” ujarnya.
Kazuyuki menambahkan timnya harus segera berbenah untuk menghadapi laga selanjutnya.
“Kami harus kembali fokus, memperbaiki komunikasi tim, dan berusaha menang di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
