“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan HYDROPLUS Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Liga ini juga penting untuk para atlet karena dapat menjadi jembatan bagi pesepakbola putri sebelum mereka masuk ke level senior. “Saat ini, HYDROPLUS Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elit yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” Teddy menjelaskan.
Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yang memboyong serta skuad Timnas Putri Senior untuk menyaksikan pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Sebab para pemain mendapatkan jam terbang dan mengasah kemampuannya saat bertanding di atas lapangan. Pengalaman inilah yang bisa memberikan dampak positif untuk kepentingan Timnas Putri Indonesia di masa mendatang.
