Mereka ingin revans atas kekalahan pada pertemuan di penyisihan Grup B. Pada Kamis 14 Mei 2026, SMA Surabaya Cambridge School kalah 18 poin usai pertandingan kedua tim berakhir dengan kedudukan 56-74.
“Kami di grup kalah lawan Jubilee lumayan jauh. Kita mau balas dendam, enggak mau terulang. Pelajari game Jubilee mainnya gimana. Antisipasi Jubilee offense gimana, defense gimana, kita cari counter-nya,” terang Josua Isaac William, salah satu pemain andalan SMA Surabaya Cambridge School.
Di semifinal, Josua tampil gemilang dengan catatan 15 poin, 3 rebound, dan 3 assist. Meski lolos final, Josua menilai bahwa timnya sempat lengah sebelum akhirnya bangkit mengunci kemenangan atas Pangudi Luhur di babak semifinal.
“Seru sih, ini yang ikut DBL terbaik dari tiap regional, pemainnya keras enggak kaleng-kaleng. Pasti ada yang ingin diperbaiki, mulai dari defense dan offense yang kurang tenang, jadi bisa kekejar, tadi defense-nya juga kurang ngotot. Lumayan sengit di menit-menit akhir,” ujar Josua.
