Ia juga mengapresiasi kesigapan tenaga kesehatan, staf rumah sakit, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan masyarakat yang turut membantu proses evakuasi saat kebakaran terjadi.
Menurut Gaffar, operasional pelayanan rumah sakit pada area yang tidak terdampak kini mulai kembali berjalan normal secara bertahap dan terkoordinasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Damkar Gowa, Syamsul Bahri, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Titik api disebut berada di dua gedung, yakni gedung perlengkapan dan radiologi.
“Ini identifikasi awal ada dua gedung perlengkapan dan radiologi. Ini diduga berawal dari korsleting listrik,” kata Syamsul.
Sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, terdiri dari lima unit Damkar Gowa dan tujuh unit bantuan dari Damkar Makassar, dengan total sekitar 70 personel.
Syamsul menjelaskan, saat kebakaran terjadi sebagian besar karyawan rumah sakit sedang melaksanakan Salat Jumat. Petugas yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.
