“Sekarang sudah terbukti banyak negara mengalami kesulitan karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup,” katanya.
Dampak lain dari krisis tersebut, lanjut Prabowo, adalah terganggunya industri pupuk global. Sebab, sebagian besar bahan baku pupuk berasal dari minyak dan gas.
Presiden mengaku menerima laporan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa banyak negara mulai meminta pasokan pupuk urea dari Indonesia. Meski demikian, pemerintah diminta tetap rendah hati dan tidak bersikap berlebihan.
“Banyak negara meminta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia dan tidak sombong, tetapi kita bersyukur karena berada di posisi yang bisa membantu,” jelasnya.
Prabowo menyebut Australia menjadi salah satu negara yang telah menerima pasokan pupuk dari Indonesia sebanyak 500 ribu ton urea. Selain Australia, negara lain seperti Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil juga meminta bantuan serupa.
“Kita sudah jual 500 ribu ton urea ke Australia. Filipina minta, India minta, Bangladesh minta, Brasil juga minta. Perintah saya, bantu semua,” tegas Prabowo.
