Ferrari sendiri datang ke Miami dengan ambisi memperbaiki performa setelah hasil yang belum konsisten di awal musim. Jeda lima pekan sejak balapan terakhir di Jepang dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengatasi masalah kehilangan tenaga di lintasan lurus yang sempat dikeluhkan Hamilton.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berasal dari mesin, melainkan kombinasi berbagai aspek dalam sistem mobil. Tim telah melakukan pembenahan melalui pengembangan di simulator serta kerja intensif bersama kru teknis di Maranello.
“Saya sempat kehilangan cukup banyak waktu di lintasan lurus. Sekarang kami sudah memahami penyebabnya dan melakukan perbaikan. Saya merasa kami datang dengan kondisi yang lebih siap,” jelasnya.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, persaingan di Miami diprediksi semakin terbuka. Mercedes-AMG Petronas Formula One Team yang saat ini memimpin klasemen memang masih menjadi unggulan, namun kondisi lintasan basah berpotensi mereduksi keunggulan mereka.
Jika hujan benar-benar turun, performa SF-26 akan menjadi sorotan utama. GP Miami pun berpeluang menghadirkan kejutan, sekaligus menjadi ujian sesungguhnya bagi Ferrari dalam menghadapi tantangan musim 2026. (bam)
