“Langkah pertama adalah menguji pemain domestik. Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027.”
Herdman menambahkan bahwa proses pembangunan tim bukan hanya soal evaluasi pemain, tetapi juga perkembangan identitas permainan dan chemistry antarpemain.
“Ada dua bagian penting dalam proses ini. Pertama adalah evaluasi grup, kedalaman skuad, dan profil posisi pemain. Kedua adalah performa. Ini adalah training camp kedua saya bersama tim.”
“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia.”
Lebih lanjut, Herdman menilai Piala Asia 2027 memiliki peran penting dalam roadmap jangka panjang Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
